93. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) (Studi Kasus Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang)

ABSTRAK

Anak down syndrome memiliki ciri – ciri salah satunya adalah memiliki otot yang lemah, jari tangan pendek dan kaki yang pendek. Dengan ciri tersebut tentunya anak mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas baik motorik kasar maupun motorik halus. Salah satu metode terapi yang membantu pemulihan motorik adalah terapi okupasi. Rumusan masalah pada penelitian ini: (1) Bagaimana penerapan terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus (down syndrome) di BP-DIKSUS Semarang. (2) Apa sarana dan prasarana yang diperlukan saat terapi okupasi untuk anak berkebutuhan khusus (down syndrome). (3) Bagaimana bentuk evaluasi terapi okupasi untuk  anak berkebutuhan khusus (down syndrome). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi okupasi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan bentuk evaluasi terapi okupasi pada anak down syndrome di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif bentuk studi kasus yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Proses pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi okupasi di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang yaitu Proses terapi (pembukaan salam dan doa, kegiatan dampingan, kegiatan inti), kegiatan inti disesuaikan  dengan  tujuan  yang hendak  dicapai, ada  reward dan  punishment, sebelum anak diterapi okupasi, perilaku anak diterapi terlebih dahulu, terapi okupasi yang diberikan lebih ke pra akademik, pra motorik dan kemandirian. Sarana dan prasarana yaitu adanya CCTV, peralatan motorik kasar lengkap di sensory integritas, alat motorik kasar (mandi bola, prosotan, tangga), alat motorik halus (puzzle, roncean, alat jahit, balok warna), fasilitas yang di dapatanak (bukupenghubung, rapor, kartuabsensi), tempat terapi belum sesuai standar yang ada. Adapun bentuk evaluasi di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang yaitu evaluasi masih sederhana, kendala jadwal terapi 1 kali dalam seminggu, bentuk evaluasi berupa rapor dan buku penghubung, home program.
Berdasarkan simpulan tersebut disarankan: (1) terapis untuk meningkatkan penerapan  dan  evaluasi  sesuai  standar  yang  ada  serta  penambahan  media penunjang terapi. (2) orangtua untuk lebih konsisten memberangkatkan anak dan menambah wawasan tentang terapi okupasi.

Kata Kunci :Terapi okupasi, anak usia 5 – 6tahun, down syndrome
File Selengkapnya.....


93. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) (Studi Kasus Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang) adalah yang barusan kamu baca.



Cukup 50RIBU saja, kamu akan dapatkan file Lengkapnya BAB 1 sampai PENUTUP 93. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) (Studi Kasus Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang)




Rp. 100.000 = 4 File Skripsi Lengkap
(File yang dapat Anda request hanyalah file yang terdapat di web/blog yang sedang kamu kunjungi sekarang ini dan juga klikskripsi.com / fileskripsi.com / koleksiskripsi.com)
Untuk Thesis = Rp. 100.000/File Lengkap



93. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) (Studi Kasus Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang)


Belum ketemu Referensi Judul yang kamu cari? Coba Klik Icon Search Ketik referensi Judul Skripsi yang kamu cari.

Jika Referensi yang kamu cari tidak ada disini coba cek di www.fileSkripsi.com atau www.KoleksiSkripsi.com atau www.KlikSkripsi.com

Bingung belum punya judul Skripsi, tidak perlu kawatir ada RIBUAN file referensi Skripsi Klik disini

Belum ada Komentar untuk "93. Terapi Okupasi (Occupational Therapy) Untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) (Studi Kasus Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus Semarang)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel


close
WhatsApp Klikskripsi